Wednesday, August 15, 2018

Kardus(ian)

Beberapa hari ini kita dikagetkan dan diceriakan dengan nama KARDUS. Entah mengapa kardus ini menjadi terkenal. Apakah gara-gara disandingkan dengan kata JENDRAL? Aku sendiri juga tidak tahu. Setahuku, kardus adalah box yang dibuat dari kertas yang agak tebal. Biasanya warnanya coklat muda. Bahkan dalam mesin pencarian di google pun istilah kardus banyak bertebaran seputar berita semenjak seminggu lalu. Seperti kebanyakan dari fenomena yang ada, istilah kardus akan menjadi viral dan tersebar di dunia maya karena dipakai dengan konteks tertentu. Kardus menjadi sangat penting karena berbagai macam hal sebenarnya. Kalau di khasanah perbendaharaan kata, kardus dan karton itu sejajar. Kardus itu identik dengan kertas yang lebih tebal. Karton itu bisa lebih tipis ukuran ketebalannya. Kardus mempunyai makna dan juga ukuran real yang lebih besar muatannya.

Beberapa waktu lalu aku belanja di Superindo. Waktu itu akan ada acara workshop, lalu aku diminta belanja snack. Karena banyak yang harus dibeli, maka kardus dipakai untuk mengepak seluruh perbelanjaan yang aku bawa. Kardus sangat berguna. Bahkan kalau mengingat pada waktu itu, kardus yang kupakai adalah kardus bekas. Artinya, bekas pun kardus itu bermanfaat. Kardus disimpan dengan dilipat sehingga tidak memakan tempat. Biasanya toko atau supermarket memakai ini supaya pelanggan yang belanja dengan jumlah banyak akan mudah mendapatkan wadah untuk belanjaannya.

Kardus itu akan selalu dicari. Orang miskin maupun kaya akan mencarinya. Apalagi kalangan menengah, mereka pasti akan memakai saat belanja. Orang miskin bisa memakainya untuk wadah bahkan rumah kardus pun akan menjadi tempat berteduh. Kumpulan kardus yang sudah tidak terpakai bisa digunakan untuk rumah yang sederhana melindungi mereka dari angin dan terik matahari. Sayangnya hujan dan air tidak mampu ditahan oleh kardus, karena kardus akan lembek dan berlubang oleh air. Orang miskin pun akan mengumpulkan kardus bekas untuk dijual sebagai penghasilan mereka yang adalah pemulung. Kardua karena terbuat dari kertas, memang bisa didaur ulang (recycle).Orang kaya pasti akan butuh kardus. Untuk apa ya? Yang pasti kardus mereka lebih bergengsi kegunaannya. Kardus untuk menyimpan barang-barang di gudang mereka. Kardus mereka lebih mentereng karena sesuai isi di dalamnya. Kardus bungkus bir, kardus bungkus roti, kardus bungkus perkakas dapus, kardus untuk barang-barang mereka yang lain. Eh, tapi tak kalah gokilnya kardus yang dipakai orang kaya biasanya. Mereka juga akan sama dengan kaum menengah ke bawah dalam hal merek di kardus yang tidak sesuai dengan isinya. Biasanya mereka akan tetap memakai fungsi kardus sebagai wadah namun wadahnya itu yang bikin orang ngiler. Kardus bisa dipakai untuk wadah duit bergepok-gepok. Lha duit itu untuk apa? Hehe....di sinilah kemudian menjadi biangnya masalah.

Aku ingat beberapa kejadian. Beberapa tahun lalu, si Cakil memberi sekardus uang bergepok-gepok untuk sebuah timnas yang berprestasi. Ia mengajak makan-makan di rumahnya dan bahkan memberi hadiah uang bergepok-gepok entah berapa jumlah uang itu. Kasus-kasus OTT KPK juga ditangkap karena ada uang dalam kardus yang niatnya diberikan kepada pihak tertentu oleh si penyuap. Dan inilah yang kemudian menjadi masalah. Ya, KPK atau badan penyelidik korupsi sekarang akan kerjasama dengan bank-bank untuk dengan mudah mengakses rekening seseorang yang mendapat transferan dari pihak manapun karena pasti ada aturan bahwa seseorang itu boleh diberi sumbangan dengan batasan tertentu. Jika tertangkap ada transfer di rekening melebihi dari batas aturan itu, maka pantaslah dicurigai. Demi menghindari masalah OTT, ternyata kardus pun menjadi alat untuk berkelit.

Kasus yang terakhir ini adalah entah benar atau salah, kita dihadapkan pada kardus lagi. Bukti otentik kardus pun belum atau tidak ada sampai detik ini. Namun bahwa nama kardus sempat muncul di media, artinya itu entah sebagai kiasan atau memang benar adanya, kardus tetap akhirnya menjadi sebuah istilah yang kaitannya dengan isi kardus itu sendiri. Kardus itu oleh para pejabat dan pemimpin korup identik dengan kasus jual-beli atau mahar atau suap. Dengan kardus, uang dapat diwadahi dengan semestinya. Uang suap atau jual beli bisa diringkas dalam wadah yang ringan dibawa. Dengan kardus pula tidak akan ada transfer bank yang terdeteksi oleh jejak digital. Kardus bisa segera dihancurkan setelah isinya dibongkar dan dimasukkan ke tempat yang aman.

Kardus menjadi penting untuk orang miskin, kalangan menengah maupun kaya dan berkuasa. Seandianya kardus bisa berkata, mungkin ada yang senang karena dipakai sebagai alat perantara kekuasaan. Ada pula yang protes karena jadi tempat korupsi terang-terangan. Ada pula yang mungkin abstain, karena kodrat dan fungsi mereka memang hanya untuk wadah. Apapun merek atau nama dalam kardus itu, ia pada dasarnya adalah wadah. Siapa dan untuk apa yang memakainya, ia sendiri tidak bisa protes. Kardus pun mudah dibakar dan dihancurkan. Kardus yang masih baru biasanya sesuai dengan peruntukannya. Namun jika sudah lawas atau bekas, maka terserah pemakainya mau dibuat wadah apapun.

Yah, itulah kardus. Kardus....oh kardus.....bahkan kardus pun menjadi viral dan berada dalam pusaran kegaduhan perpolitikan di mana-mana.



#murningtime#