Sejak hari kemarin aku sampai di tanah rantau. Berpindah sejenak dalam hidup yang berbeda zona waktu, berbeda cuaca, suhu, cuaca, makanan, dan tentu orang dan bahasanya. Mengalami lagi hidup di tanah rantau sejenak. Hawa dingin memasuki tanah rantau dengan budaya baru harus membuat diri cukup berjuang. Berjuang dengan cuaca, suhu, dan berbagai hal yang kuperlukan. Kemarin tubuhku masih merasakan tubuh yang iramanya di tanah asal. Jam tidur dan rasa kantuk masih suasana di asal. Hari ini sudah agak mending walau kemarin sempat ada penolakan makanan yang masuk perut, harus dimuntahkan malam harinya...hehe. Entah ada sesuatu yang asing dan ditolak tubuhku. Mungkin ada racun tertentu yang belum siap kuterima. Namun untunglah tidak sakit dan tidak berefek yang merugikan. Saat pagi tadi diberi sarapan sekitar jam 09.00 pagi di sini yang dingin, tubuh mulai stabil lagi. Ada rasa lapar sampai jam 09.00 pagi ini tadi. Kemungkinan karena isi lambung dimutahkan semalem.
Banyak orang mengontak saat aku tahu pergi sejenak berpindah karena tugas ini. Ada yang guyon ada yang ingin tahu. Ada yang berharap ini dan itu. Ah, semua itu kadang kulihat hanya sebatas apa perlunya. Toh yang menjalani diriku. Nasib ini hanya diriku yang menjalani. Orang lain hanya bisa komentar. Orang lain hanya bisa berharap. Orang lain hanya bisa ini dan itu saja. Kubiarkan saja, ada yang kuucapi terima kasih. Ada juga yang memang kuberi informasi karena terkait dengan pekerjaan dan berbagai kepentingan yang terkait dengan kepergianku ini. Informasi demi informasi memang sudah menjadi makanan berhamburan bagi orang-orang zaman ini.
Ketika berjalan untuk berpindah sejenak, yang kurasakan awalnya adalah selalu berharap-harap cemas. Saat ini segala sesuatunya jadi ribet dengan urusan ini dan itu yang amat sangat terkait. Ketika mau pergi, ada persyaratan tentang ditutup tidaknya sebuah wilayah, lalu persyaratan adanya keterangan kesehatan dan harus PCR, harus ada hasil negatif dari covid-19. Ya, itu semua karena covid-19. Covid memang sedang jadi penguasa dunia, terutama bagi manusia. Bangsa manapun tidak akan menang melawan dia. Apapun yang akan dilakukan orang sangat tergantung dari dia. Bagaimana akan dilakukan juga harus menghindari atau mendapat kepastian apakah terdampak dari dia atau tidak.
Ketika harus terbang, semua urusan harus dinyatakan terbebas dari dia. Sampai di tujuan, orang bertanya apakah aku terdampak atau tidak dari dia. Itu pun masih harus mendapat perlakuan bahwa aku harus menjalani karantina dan isolasi mandiri juga karena dia. Orang suka mengucapkan salam sehat dan semoga tidak sakit saat ini juga gara-gara dia. Hehe...memang lucu kadang kalau dirasakan. Ada sesuatu di masa ini yang diungkapkan karena efek dari covid-19. Dalam ruang terbatasku ini, yang bisa kulakukan adalah bagaimana aku menikmati efek dari sikon pandemi ini dengan nyaman. Aku sendiri berada di zona yang ketika awal pandemi menjadi tempat paling banyak terdampak karena berbagai hal yang mempengaruhi. Aku kadang ragu dan khawatir saat mau berangkat. Aku juga disarankan untuk membatalkan keberangkatan ini oleh salah seorang senior yang sudah lama tinggal di sini. Mungkin juga banyak kekhawatiran dari beberapa orang yang menjadi bagian dari hidupku, baik keluarga dan rekan lain. Namun apapun itu, aku saat ini sudah berada di tempat ini dan harus menjalani perutusanku.
Berpindah sejenak untuk sesuatu yang dikerjakan dan dialami dengan berbagai hal yang juga belum jelas semua. Ada yang jelas bahwa tugas itu tentu bukanlah yang menyenangkan. Tugas yang tidak mudah juga. Tugas yang banyak resiko pribadi dan resiko banyak orang. Seperti kata Sang Guru, kalau boleh cawan ini berlalu, namun karena kehendak-Mulah maka terjadilah. Selalu ada rahmat di kelokan-kelokan hidup, ada hal-hal yang harus dialami oleh manusia yang kadang tidak mau diterima. Banyak orang hanya komplain dan komplain namun sebenarnya tidak mau bergerak dan berubah. Orang tidak mau ambil resiko. Orang tidak mau dirinya kalah atau gagal. Memang keduanya tidak mengenakkan. Kalah dan gagal itu selalu dihindari dalam hidup. Pagi tadi kubaca lagi ada informasi dari kenalan yang anaknya tidak mau sekolah walau sudah semester ke-7. Alasannya adalah tidak kuat lagi dan karena online maka tidak ada semangat, tidak ada rekan yang bisa diajak bicara saat belajar. Tidak ada perjumpaan yang offline seperti ketika tidak ada covid-19. Itu semua membuat persoalan bagi sementara orang. Tiadanya perjumpaan mengakibatkan tiadanya semangat belajar. Dan itu riil dihadapi sementara orang dalam hidupnya. Akankah spesies manusia kalah oleh tiadanya perjumpaan konkrit, offline, langsung kemudian tak bisa apa-apa?
Sekali lagi, aku berjumpa dengan banyak pengalaman sesama spesies manusia dengan berbagai kerumitannya. Apalagi ditambah dengan kerumitan hidup plus kerumitan yang dialami ketika berhadapan dengan covid-19. Covid jadi alasan langsung atau tidak langsung keruwetan hidup manusia. Covid jadi alasan untuk tidak pergi. Covid juga jadi alasan untuk taat pada protokol kesehatan jika mau selamat. Dampak baik dan buruk ini seharusnya dijadikan pembelajaran dari manusia. Sudah hampir setahun ini tentunya spesies manusia belajar. Namun ternyata waktu selama ini belum cukup membuat kita belajar dengan baik. Masih banyak hal yang membuat spesies manusia ini perlu lebih teliti, rajin, dan berhati-hati dalam hidupnya. Jika mau selamat, silahkan belajar dengan baik, taat azas dan protokol kesehatan. Keselamatan bukan berarti diriku saja yang selamat namun juga keselamatan orang lain.
Ternyata berpindah sejenak ini, tidak menyingkirkanku dari pengaruh Covid juga. Banyak hal selama ini kutulis juga terkena efek dari Covid-19 ini sejak 9 bulan lalu. Harapanku adalah kepindahan sejenak ini banyak memberi pelajaran berharga bagiku. Semoga Tuhan memberkati dan memberi rahmat bagi sekalian banyak spesies manusia yang hidup di planet bumi ini.
#in room 105 @Canisio-Rome#
Gambling 101: How To Play With No Deposit Casinos - JeTHub
ReplyDeleteGambling Sites with no deposit bonus 원주 출장샵 FAQs 김해 출장안마 — If you don't understand 양산 출장샵 how 군산 출장샵 to use one of the casino sites 당진 출장샵 below, you should be