Kadang orang mengira bahwa negara tidak mengurusi. Ada juga yang mengatakan bahwa dinas sosialnya tidak mengurusi. Ada pula yang mengatakan bahwa itu kan imigran asing. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mungkin itu warga lokal yang memang memilih seperti itu. Aku tidak tahu pasti yang benar yang mana. Ada teman yang mengatakan bahwa ada situasi di mana orang lebih memilih menjadi gelandangan daripada tinggal bersama keluarga karena tidak ingin sebuah relasi kedekatan satu sama lain. Ada situasi di mana orang lebih ingin mengisolasi diri. Ada situasi di mana orang lebih suka hidup dengan seadanya dan meminta-minta, lalu tinggal di jalanan. Itu persoalan psikis.
Di tempat publik memang kelihatan sangat mengganggu pemandangan. Tetapi di sisi lain banyak orang gelandangan yang diberi makan oleh orang lain atau bahkan yang berwenang di wilayah itu. Mereka lebih memilih menjadi gelandangan daripada hidup berkomunitas bersama keluarga. Memang ada keanehan dalam hal ini. Apa boleh buat mereka memilih sendiri. Itu adalah hak mereka. Tidak ada yang melarang, dan tidak ada yang mengganggu. Bahkan mereka tidak ingin diganggu. Katanya, setiap kali mereka dipulangkan ke tempat asalnya, mereka malah kembali ke jalanan. Menggelandang.
Bahayanya memang, seperti yang pernah kutulis di beberapa waktu lalu, hal ini menjadi situasi yang justru malah membuat situasi serba ketergantungan. Artinya yang tidak punya rumah menggantungakan pertolongan dari yang punya. Yang punya membuat situasi ini menjadi langgeng sehingga terjadi lingkarang setan di situ. Pertanyaannya adalah apakah memang itu bagian dari kehidupan ini? Sepertinya gelandangan itu sejak dunia ini ada, maka mereka juga sudah ada. Sepertinya sejak manusia ada, gelandangan juga ada. Atau jangan-jangan kita manusia ini ada unsur "menggelandang"-nya dalam dirinya? Tidak mau bersama. Ingin hidup sendiri, tak mau diganggu?
Ah, sore ini aku hanya menorehkan ide sekedar untuk mengusir dingin karena di luar banyak angin. Karenanya, aku ingat gelandangan yang pernah kufoto di depan rumah yang kudiami. "Apakah aku melawat mereka yang menjadi gelandangan dan memberi mereka tempat tinggal, kalau mereka pun tidak mau diberi apa yang dialami orang-orang pada umumnya?" Perkataan Yesus sepertinya tidak berlaku pada situasi yang terjadi pada mereka. Mereka menggelandang bukan karena tidak punya rumah tetapi memang tidak mau tinggal di rumah. Mereka memilih untuk menjadi gelandangan. Apa boleh buat.
#windysera#
No comments:
Post a Comment