Monday, March 7, 2022

Krupuk

Pelajaran berharga tidak harus lewat teori yang sangat tinggi dan "ndakik-ndakik" dengan segala kompliasinya. Pelajaran berharga itu adalah ruang pemaknaan dari hal-hal yang sederhana karena direkfleksikan. Krupuk adalah contohnya. Beberapa hari lalu, seorang senior kami gelisah dan merasa ada "sabotase" di ruang makan. Tiba-tiba di meja untuk makanan yang biasa ada beberapa wadah krupuk lenyap. Dia melihat koq berpindah ke ruang karyawan. Kemudian, di hari berikutnya dalam WAG ada komentar dari dia, yang intinya "Koq saya melihat di meja tempat makanan yang biasa ada krupuk tiba-tiba lenyap tanpa bekas. Apakah karena kita krisis minyak goreng lalu harus menghilangkan makan krupuk yang menurut beberapa informasi juga tidak sehat karena minyaknya." Aku langsung ingat waktu itu dalam WAG juga ada pembicaraan tentang kelangkaan (krisis) minyak di swalayan-swalayan. Aku hanya nyeletuk dalam WAG itu, "Mungkin ini saatnya kita hidup tanpa minyak". Ada banyak variabel yang kemudian muncul dari absennya si krupuk. Ada banyak hal yang menimbulkan keriuhan di antara kami gara-gara si krupuk menghilang. Adakah teori konspirasi dalam hilangnya si krupuk? Apakah ada kaitannya perang Rusia vs Ukraina dalam hilangnya si krupuk?

Telusur punya telusur memang ada hal yang tidak terkomunikasikan selama ini sehingga menimbulkan reaksi yang berbeda satu dengan yang lain. Aku sendiri tidak mempersoalkan apakah akan ada krupuk atau tidak. Bagiku ada ya syukur, tidak juga tidak ada persoalan. Ternyata, di kalangan para yunior yang bersepakat bahwa selama masa sebulan ini kita tidak mengkonsumsi krupuk dan tiap Rabu dan Jumat tidak makan daging. Kami memang komunitas yang unik karena satu rumah dengan dua komunitas yaitu senior dan yunior. Ruang makan kami barengan. Nah, karena ada miskomunikasi di sini maka ada hal yang tak tersampaikan dengan baik. 

Ada satu hal yang terlewati di sini, yaitu soal komunikasi. Ada satu hal yang membawa dampak bagi hilangnya sesuatu yang biasa ada yaitu krupuk. Namun karena ada kesepakatan untuk meniadakan selama sebulan ini, maka krupuk itu tidak eksis di tempat biasanya. Ketiadaan inilah yang mengundang reaksi karena ketiadaannya tidak terkomunikasikan ke pihak lain yang serumah namun beda komunitas. Senior belum diberi informasi yang cukup mengenai absennya si krupuk selama sebulan ini. Itulah sebabnya ada komentar dan sekaligus pertanyaan yang mengandung keheranan dari salah seorang senior. 

Kemarin, aku mencoba memahami ini dan mengkait-kaitkan dengan apa yang terjadi. Ternyata, ada miskomunikasi di sini. Oleh karena itu, aku bersegera mengkomunikasikan ini pada wakil ketua yunior untuk menginformasikan raison d'etre absesnnya si krupuk. Aku menyarankan agar ditulis di papan komunitas agar dibaca oleh semua. Pagi tadi, aku sudah melihat adanya pengumuman yang seharusnya mendahului absennya si krupuk. Walau telat, tetapi itu bisa lebih membuat semua paham akan absennya si krupuk. 

Inilah seninya hidup bersama. Ada sesuatu yang harus dikomunikasikan. Ada cara berkomunikasi yang membuat semua orang terbantu. Intinya adalah bagaimana menciptakan ruang bersama bagi kebaikan bersama. Ada memang hal yang hanya dikomunikasikan pada satu pihak, namun ada juga satu hal yang kedua pihak harus diberi informasi sehingga tidak ada pertanyaan yang bernada terkejut. Prinsip well informed menjadi penting di sini. Hal yang perlu dipunyai oleh kita semua adalah salah satunya hal ini tadi, yaitu bagaimana berkomunikasi, apa yang dikomunikasikan, bagaimana aku memilah mana dan kapan harus dikomunikasikan. 

Dewasa ini, aku tidak bisa mengandaikan lagi. Baik tua dan muda sama saja prinsipnya, semua harus berkomunikasi dengan jelas dan tepat. Jika kurang jelas, buatlah agar terpampang dengan sejeles-jelasnya di komunitas. Jika masih ada yang kurang paham, maka komunikasikanlah secara baik-baik dan pribadi. Kuakui kadang ada hambatan-hambatan berkomunikasi karena mungkin malas, trauma, ada permusuhan atau konflik, lupa, dan sebagainya. Mekanisme berkomunikasi inilah yang perlu menjadi kebiasaan baik yang dilatihkan dari waktu ke waktu agar semua tercerahi. 

Krupuk telah berharga memberi kami kuliah tentang komunikasi. Krupuk katanya tidak sehat karena mengandaung minyak jenuh dan karbo yang bisa menumpuk di tubuh. Padahal ia dicari banyak orang karena gurih, renyah, dan bikin berisik saat makan dicampur dengan soto, bakso, mie ayam atau yang lain. Di luar itu semua, setidaknya kali ini dia sudah memberi kami pencerahan mengenai komunikasi. Terima kasih, krupuk.



#eveninginmyroom#

No comments:

Post a Comment