Sunday, February 19, 2023

Obrolan

Bicara itu penting. Berbicara itu bisa berupa obrolan, teriakan, cuitan, wawancara, instruksi, informasi, dan masih banyak lagi istilah demi istilahnya. Pengalamanku berbicara bahwa tanpa sebuah ungkapan dalam arti bicara, semua akan menjadi terhenti atau terhambat atau orang mengatakan tidak bisa diketahui, tak terkomunikasikan, tak tersampaikan pesannya, dan beragam hal lain efeknya. Sekali lagi semua butuh pembicaraan. Walau aku sebenarnya orang yang tak suka banyak bicara, tetapi bicara yang efektif pun diperlukan. Memang tidak semua hal harus dibicarakan namun pembicaraan itu diperlukan ketika ada kemacetan komunikasi atau karena satu dan lain hal, keadaan menjadi macet atau terhenti. 

Setiap orang tentu butuh penyaluran apa yang mau disampaikan. Oleh karena itulah pembicaraan itu perlu. Sebuah obrolan yang membangun dan membantu orang lain itu dibutuhkan. Komunikasi yang baik biasanya juga mencakup kejelasan, pesannya sampai, mudah dipahami, menghargai pihak lain yang diajak bicara. Misalnya, beberapa jam lalu aku diinformasikan bahwa ada yang meminta rambutan untuk diberikan pada pihak kenalan yang membantu kita. Namun kemudian, ada info lain yang sifatnya pertanyaan: "Ini koq ada rambutan diletakkan di ruang tamu?" Rambutan itu milik siapa, mau diapakan, menjadi kurang jelas. Lalu aku bertanya pada yang menginformasikan soal rambutan yang akan dibawa kepada pihak yang membantu kita. Dan ternyata itu adalah rambutan yang akan dibawa ke sana dan masih diletakkan di ruang tamu. Aku menanyakan ini karena rambutan itu tidak ada label tulisannya. Dan ketika diinformasikan kepadaku, tidak ada kejelasan bahwa akan diletakkan dulu di ruang tamu, berapa banyaknya, akan dibawa kapan, dan sebagainya. Hal sepele sebenarnya namun kesepelean dalam berkomunikasi itu butuh kejelasan dan pemahaman yang sinkron antara yang diajak bicara dan yang memberi informasi.

Kekurangan informasi menambah daftar banyaknya kementokan. Kurangnya komunikasi yang jelas menambah bertanya-tanyanya orang lain pada diri kita. Oleh karena itu, ketika berkomunikasi, kita bisa dan selayaknya mengimaginasikan bahwa apa yang kukatakan itu didengar orang lain dengan jelas. Orang lain mengerti (paham) tentang apa yang kuungkapkan. Di sini memang bicara, mengobrol, menginformasikan, memberitahu itu bercampur aduk, tidak kupisahkan. Intinya adalah komunikasi. Contoh rambutan tadi adalah salah satunya. Contoh lain adalah komunikasi di grup whatsapp. Sering orang dengan lugas bertanya, "siapa yang menjadi PIC dapur dan unit kerja A?" Lalu ketika itu belum ada maka hal itu ditanyakan, "Mengapa koq PIC itu diminta? Untuk apa?, dan sebagainya." Oleh karena itu, ketika kita melontarkan gagasan dalam bentuk pertanyaan, pernyataan atau perintah bahkan, perlu sebuah kejelasan dan tidak mengandaikan. Masing-masing dari kita punya background kategori masing-masing. Itulah tidak mudahnya kita harus memberi kejelasan dalam ide komunikasi yang kita lontarkan. Kita sebenarnya adalah makhluk yang berkomunikasi bahkan berelasi satu dengan yang lain. We are creatures in relation or related to one another. Oleh karena itu, pengandaian tidak dibutuhkan karena akan membawa ketidakjelasan. 

Walau demikian, kita juga tidak bisa menuntut segala hal itu harus jelas. Kadang kita pun perlu memahami gaya komunikasi tertentu yang harus kita artikan sendiri. Ya, konsekuensinya kita salah mengartikan atau terjadi ketidaksinkronan. Beda zaman beda gaya komunikasi. Orang dulu mungkin cara berkomuniasinya tidak langsung, memakai kiasan. Orang sekarang butuh kejelasan, bahkan tidak paham lagi kiasan dalam berkomunikasi verbal. 

Ini kutulis karena kerjaku dan hidupku banyak beririsan satu dengan yang lain. Jika tidak ada konektivitas dengan cara berkomunikasi yang baik maka antar lini tidak akan bisa bekerja dan menjalankan tugasnya dengan baik pula.  Sepertinya hanya sepele, namun jika tidak diperhatikan, maka jalur-jalur komunikasi itu mudah saja dirusak dan macet. Orang kadang memanfaatkan komunikasi yang tidak jelas ini untuk kepentingan pribadi sehingga makin tambah runyamlah komunitas bersama tempat kerja dan hidup berdampingan ini. Hidup itu sebenarnya mengelola tata komunikasi antar kita. Itu simpulan sementara yang kupunya. 

#noontime#

No comments:

Post a Comment