Malam kemarin, sehabis berkeliling di Kampus UP (University of Philippines) dan kami berempat memutuskan untuk hang out ke "Bonfire" tempat anak-anak muda dan orang-orang di sini nongkrong untuk sekedar ngobrol sambil minum San Miguel atau Red Horse yang biasa tersedia. Ketika berjalan dari kampus ke "Bonfire" itulah aku mendapatkan sedikit informasi tentang wanita tua, kurus dan tubuh kecil itu. Kata teman Pinoy itu mengatakan bahwa dulu dia memang pegawai di Ateneo, sebagai asisten dosen dan setelah pensiun, dia tidak mempunyai pekerjaan lagi. Keluarganya pun sepertinya tidak lagi mengurus dia. Kebanyakan orang memang menilai dirinya adalah wanita kesepian dan temanku itu mengatakan bahwa orang di sini menyebut dia "Cat Woman". Dia pun memberi nama dari setiap kucing yang ia beri makan di situ. Ada yang namanya "Mary", "Tony" etc. Ia beri kalung di setiap leher kucing itu dan di situlah tergantung nama-nama kucing itu. Lucu dan mengesankan.
Yah, itulah sepenggal kisah mengenai Cat Woman yang sempat aku upload di facebook beberapa waktu lalu. Tulisan ini aku buat karena juga karena ada inspirasi dari kesan itu, tetapi juga karena ada seorang yang memberi komentar atas foto itu dan langsung atau tidak langsung meminta untuk menuliskan tentang "Cat Woman" itu.
Saat menguntai inspirasi ini pun aku ingat semalam ketika di Bonfire kami di antara keramaian orang-orang dan live music di sana. Ada keramaian, ada hiruk pikuk, ada nyanyian, tetapi di sisi lain tak jauh dari situ, di antara keramaian itu, ada sosok kesepian seorang "Cat Woman". Yah, itulah sisi demi sisi dunia kita. Ada yang hidup dalam keramaian, ada yang hidup dalam kesepian. Kontras. Tetapi orang pun dapat kesepian dalam hiruk pikuknya dunia ini.
living in the world, there is lonely one, there is who live in crowd….but people in the crowd sometimes feel lonely also….I remember a quote: "It is good to be alone but not lonely."
#Pagi hari#
No comments:
Post a Comment