Sunday, January 26, 2014

"Nitz": Cat Woman (Part 2)

Hari ini aku pergi ke Riverbank untuk menebus kesalahan mencetak foto. Secara tak disengaja, aku menjumpai "The Cat Woman". Awalnya aku hanya bertanya kepada satpam yang berjaga di pos jaga. Namun karena keingintahuanku, aku memberanikan diri untuk menyapa Sang "Cat Woman".


"Good afternoon, po", kusapa demikian. Dan segera dari wajahnya muncul senyum yang indah. Aku akhirnya berani bertanya ini dan itu. Awalnya aku membiarkan diri ditanyai oleh dia, siapa namaku, darimana asalku, dimana tinggalku dan sebagainya. Aku menjawab dan mencoba berkisah bersama dia walau akhirnya dia yang justru banyak berbicara. Inilah saatnya, saat di mana teka teki itu terkuak. Setidaknya teka-teki dalam diriku tentang "The Cat Woman".


Namanya Anita del Rosario. Biasa dipanggil "Nitz". Dia memang seorang asisten dosen di Universitas Ateneo de Manila. Sejak beberapa tahun ini dia pensiun dari tugasnya. Dia banyak mengenal para mantan mahasiswanya, termasuk orang Indonesia yang pernah dia bantu menyelesaikan tesis Magister Psikologi di Ateneo de Manila. Salah satunya seorang suster dari Indonesia. Asalnya dari Mindoro, Pulau di selatan Luzon yang mengarah ke Laut Cina Selatan. Semenjak kepergian orangtuanya dan saudara-saudaranya, ia tak bisa menikmati hidupnya di sana. Maka ia pindah ke Manila. Dia bekerja di Ateneo sejak 1973. Dari 11 saudaranya sekarang hanya tinggal 3 orang. Dan itu pun berjauhan tinggalnya. Ketika kutanya tentang keluarga, ia hampir menangis. Maka aku tak melanjutkan ke sana.



Sebelumnya ia tinggal di pinggir Jalan Katipunan, depan Universitas Ateneo de Manila. Sejak tahun 1997, ia mendapat kesempatan tinggal di kompleks De La Costa, di Barangka di bawah kompleks Ateneo. Sekarang ia sendiri, dan ia mengatakan, "Yes, I am alone here but with my cats." Demikian ia berkisah dengan senyumnya. Awalnya hanya 3 kucing yang ia rawat, namun menyusul sampai sekarang ada sekitar 14 kucing yang ada. Ternyata tiap pagi dan sore ia memberi makan kucing-kucingnya.


Dari senyumnya, aku sudah bisa menyapa dia akhirnya. Dan dengan senyum yang menyapa itu, aku dapat menyapa lagi dia kapan-kapan sewaktu dia ada di sana. Atau mungkin aku akan mengunjungi rumahnya yang di Barangka kalau ada waktu.


A story began with smile. A moment to know somebody was given to me. In this afternoon, in my rush, I was given opportunity to meet "The Cat Woman". Not only met her but also it was interesting to talk with her, to know each other. It was beautiful moment for me to know her although in short moment. Thanks "Nitz", thanks "Cat Woman." It is a beauty of encounter. 




#Afternoon from Riverbank# 

No comments:

Post a Comment